Minggu, 24 Februari 2013

Tugas Perkembangan Peserta Didik "Perkembangan Bahasa"


PERKEMBANGAN BAHASA
A. Bahasa
1. Pengertian Bahasa
        Bahasa adalah suatu bentuk komunikasi baik lisan, tertulis, maupun isyarat yang didasarkan pada sebuah sistem simbol. Karakteristik bahasa meliputi generativitas yang tidak terbatas dan aturan-aturan organisasional. Generativitas yang tidak terbatas (infinite generativity) adalah kemampuan untuk menghasilkan kalimat bermakna yang tidak terbatas jumlahnya dengan menggunakan serangkaian kata-kata dan aturan yang terbatas.
2. Sistem Aturan Bahasa
·         Fonologi
      Fonologi adalah  sistem bunyi dari sebuah bahasa, termasuk bunyi yang digunakan dan bagaimana bunyi-bunyi tersebut dapat dikombinasikan. Fonem adalah satuan dasar dari bunyi dalam sebuah bahasa.
·         Morfologi
      Morfologi adalah sistem aturan yang merujuk pada satuan makna yang terlibat dalam pembentukan kata. Morfem adalah satuan minimal dari makna. Beberapa kata terdiri atas sebuah morfem tunggal, sementara yang lainnya disusun lebih dari satu morfem . Jadi, tidak semua morfem merupakan kata utuh.
      Jika aturan yang mengatur fonologi mendeskripsikan arutan bunyi yang dapat terjadi dalam sebuah bahasa, aturan morfologi mendeskripsikan cara satuan-satuan yang mempunyai makna (morfem) dapat dikombinasikan menjadi kata-kata.
·         Sintaksis
  Sintaksis adalah sistem aturan yang melibatkan cara mengkombinasikan kata-kata untuk menyusun frase  dan kalimat yang dapat diterima.
·         Semantik
      Semantik adalah merujuk pada makna kata dan kalimat. Kata-kata mempunyai batasan-batasan semantik mengenai bagaimana mereka digunakan dalam kalimat.
·         Pragmatik
      Pragmatik adalah penggunaan bahasa secara tepat dalam konteks yang berbeda. Aturan-aturan pragmatik dapat menjadi sangat kompleks dan aturan tersebut berbeda dari satu budaya dengan budaya lainnya.
3. Pengaruh Biologis dan Lingkungan
          Manusia mempunyai susunan syaraf dan otak untuk belajar bahasa pada waktu tertentu dan dalam cara tertentu. Anak-anak juga bervariasi dalam akuisisi bahasa mereka dengan cara yang tidak dapat dijelaskan oleh faktor lingkungan saja.
          Proses yang terjadi di dalam seorang anak lebih penting daripada penguatan faktor lingkungan. Pengalaman anak, bahasa tertentu yang dipelajari, dan konteks dimana pembelajaran terjadi, sangat mempengaruhi akusisi bahasa.
          Anak-anak tidak dapat mempelajari bahasa dalam kehampaan sosial. Banyak variasi yang terjadi dalam perkembangan bahasa ketika pengasuh anak memiliki perbedaan secara substansial dalam cara mengajarkan bahasa, menunjukkkan bahwa lingkungan memainkan peran yang signifikan dalam perkembangan bahasa, khususnya dalam akuisisi perbendaharaan kata.
          Secara keseluruhan anak-anak bukanlah ahli bahasa secara biologis dan juga bukan arsitek bahasa secara sosial. Pandangan interaksionis menekankan adanya kontribusi dari faktor biologis maupun pengalaman dalam perkembangan bahasa. Perkembangan bahasa bukan hanya merupakan masaalah diberi penghargaan untuk mengatakan hal-hal dengan benar tetapi anak-anak mendapatkan manfaat ketika orang tua mereka secara aktif melibatkan mereka dalam percakapan.

B. Perkembangan Bahasa
1. Pengertian Perkembangan Bahasa
        Perkembangan bahasa terkait dengan perkembangan kognitif, yang berarti faktor intelek sangat berpengaruh terhadap perkembangan kemampuan berbahasa. Perkembangan bahasa dipengaruhi oleh lingkungan karena bahasa merupakan hasil belajar dari lingkungan. Jadi, perkembangan bahasa adalah meningkatnya kemampuan penguasaan alat berkomunikasi baik secara lisan maupun tertulis dan isyarat-isyarat.

2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Bahasa
·         Umur anak
      Manusia bertambah umur akan semakin matang pertumbuhan fisiknya, bertambah pengalaman, dan meningkat kebutuhannya. Bahasa seseorang akan  berkembang sejalan dengan pertambahan pengalaman dan kebutuhannya. Pada masa remaja perkembangan biologis yang menunjang kemampuan berbahasa telah mencapai tingkat kesempurnaan, dengan dibarengi oleh perkembangan tingkat intelektual anak akan mampu menunjukkan cara berkomunikasi dengan baik.
·         Kondisi Lingkungan
      Lingkungan tempat anak tumbuh dan berkembang member andil yang cukup besar dalam berbahasa. Perkembangan bahasa di lingkungan perkotaan akan berbeda dengan di lingkungan pedesaan, daerah pantai, pegunungan, dan daerah-daerah terpencil dan di kelompok sosial yang lain.
·         Kecerdasan anak
      Kecerdasan seorang anak mempengaruhi ketepatan dalam meniru, memproduksi pembendaharaan kata-kata yang diingat, kemampuan menyusun dengan baik, dan memahami maksud suatu pernyataan pihak lain.
·         Status sosial ekonomi keluarga
      Keluarga yang berstatus sosial ekonomi baik akan mampu meyediakan situasi yang baik bagi perkembangan bahasa anak-anak dan anggota keluarganya. Pendidikan keluarga berpengaruh terhadap perkembangan bahasa. Hal ini tampak dengan adanya perbedaan perkembangan bahasa bagi anak yang hidup di dalam keluarga terdidik dan tidak terdidik.
·         Kondisi Fisik
      Kondidi fisik disini dimaksudkan kondisi kesehatan anak. Seorang yang cacat yang terganggu kemampuannya untuk berkomunikasi akan mengganggu perkembangan berkomunikasi dan perkembangan berbahasa.
3. Pengaruh Kemampuan Bahasa Terhadap Kemampuan Berpikir
        Kemampuan berpikir dan kemampuan berbahasa saling berpengaruh satu sama lain. Seseorang yang rendah kemampuan berpikirnya akan mengalami kesulitan dalam menyusun kalimat yang baik, logis, dan sistematis. Sehingga akan menyulitkan dalam berkomunikasi.
          Bersosialisasi berarti melakukan konteks dengan yang lain. Seseorang menyampaikan ide dan gagasannya dengan berbahasa dan orang lain menangkap ide dan gagasan tersebut yang melalui bahasa yang biasa disebut dengan proses berpikir abstrak. Hasil proses berpikir menjadi tidak tepat ketika seseorang kurang mampu dalam berbahasa.
        Didalam segi berfikir anak berada pada tahap praoperasional dan egosentris. Berikut laju perkembangan berfikir anak:
a. Usia 1,5 tahun anak dapat menyusun pendapat positif
b. Usia 2,6 tahun anak dapat menyusun pendapat positif dan negative
c. Pada usia selanjutnya anak dapat menyusun pendapat: kritikan, keragu-raguan, dan
menarik kesimpulan analogi.
4. Perbedaan Individual dalam Kemampuan dan Perkembangan Bahasa
         Anak dilahirkan ke dunia telah memiliki kapasitas berbahasa. Akan tetapi faktor lingkungan akan mengambil peranan dalam perkembangan bahasa anak. Anak belajar makna kata dan bahasa sesuai dengan apa yang mereka dengar, lihat, dan mereka hayati dalam hidupnya sehari-hari.
        Kemampuan berpikir anak berbeda-beda, sedang berpikir dan bahasa mempunyai korelasi tinggi. Dengan demikian remaja yang berasal dari lingkungan yang berbeda akan berbeda pula kemampuan dan perkembangan bahasanya.
5. Potensi Berbahasa Anak
        Potensi adalah kekuatan atau kesanggupan yang terpendam dalam diri seseorang. Potensi berbahasa adalah kemampuan yang masih terpendam yang dimiliki oleh setiap orang untuk meyampaikan informasi dalam berkomunikasi.
Menurut Heyster ada tiga fungsi bahasa bagi manusia :
a.    Bahasa sebagai alat pernyataan isi jiwa.
b.    Bahasa sebagai perasaan yang mempengaruhi orang lain.
c.    Bahasa sebagai alat untuk menyampaikan pendapat.
       Meskipun anak memiliki potensi untuk berbahasa, tetapi potensi itu tidak akan  dapat tumbuh dan berkembang bila tidak didukung oleh lingkungan. Ketika seorang anak dilahirkan, kemudian dia dibesarkan di dalam lingkungan social, berinteraksi dengan banyak orang maka potensi berbahasa anak akan tumbuh dan berkembang dengan baik sejalan dengan bertambahnya usia anak. Oleh karena itu, lingkungan secara signifikan mempengaruhi perkembangan potensi berbahasa anak.
6. Perolehan Bahasa Anak
        Menurut Chaer dan Agustina terdapat pembagian perolehan bahasa anak menjadi dua macam yaitu :
a.    Bahasa ibu / bahasa pertama : satu sistem linguistik yang pertama kali dipelajari secara alamiah dari ibu atau keluarga yang memelihara seorang anak. Bahasa ibu tidak mengacu pada bahasa yang dikuasai dan digunakan oleh seorang ibu, tetapi mengacu pada bahasa yang dipelajari seorang anak dalam keluarga yang mengasuhnya.
      Di kota-kota besar di Indonesia banyak terjadi dimana ibu dan ayah menggunakan bahasa daerah jika bercakap-cakap dengan anak mereka. Bahasa ibu lazim juga disebut bahasa pertama karena bahasa itulah yang pertama-tama dipelajari seorang anak.  Pada umumnya, bahasa pertama seorang anak Indonesia adalah bahasa daerahnya masing-masing.
b.    Bahasa kedua : bahasa lain yang bukan dari ibu, semisal bahasa asing.
7. Tugas-tugas Perkembangan Bahasa
        Menurut Gunarsa ada 4 tugas yang diperhatikan dalam perkembnagan bahasa anak yaitu :
a. Pemahaman, yaitu kemampuan memahami makna ucapan orang lain.
b. Pengembangan pembendaharaan kata.
c. Penyusunan kata-kata menjadi kalimat.
d. Ucapan, yaitu merupakan hasil belajar melalui imitasi terhadap suara-suara yang didengar oleh anak dari orang lain.
8. Perkembangan Kemampuan Berbahasa Anak
        Menurut Yusuf ada 2 tipe perkembangan bahasa anak :
a. Ego centric speech, yaitu perkembngan bahasa anak yang terjadi ketika anak
berbicara pada dirinya sendiri. Fungsi masa ini untuk mengembangkan kemampuan berfikir anak yang pada umumnya dilakukan oleh anak berusia 2-3 tahun.
b. Socialied speech, yaitu perkembangan bahasa anak yang terjadi ketika berlangsung
kontak antara anak dengan temannya atau dengan lingkungannya. Fungsi masa ini untuk mengembnagkan kemampuan penyesuaian social. Masa ini di bagi ke dalam 5 bentuk :
1) Adapted Information: Terjadi saling tukar gagasan atau adanya tujuan bersama
yang dicari
2) Critism: Yang menyangkut penilaian anak terhadap ucapan atau tingkah laku
orang lain.
3) Command atau perintah, request atau permintaan, dan threat atau ancaman.
4) Question atau pertanyaan.
5) Answer atau jawaban.
        Menurut Mubin, membagi berkembangan bahasa bayi dalam rentangan minggu ke bulan. Hal ini di jelaskan sebagai berikut:
a. 4 minggu: Tangisan ketidak senangan
b. 12 minggu: Mendengar bunyi vocal
c. 20 minggu: menyatakan ocehan pertama
d. 6 bulan: memperlihatkan ocehan yang lebih baik
e. 12 bulan: ocehan meliputi nyanyian atau intonasi bahasa
f. 18 bulan: mengucapkan kosa kata antara 3-50 kata
g. 24 bulan: mengucapkan kosa kata antara 50-300 kata



        Agus Sujanto, membagi perkembangan kemampuan berbahasa anak menjadi 4 masa yaitu:
a. Masa pertama (Umur 1-1,6)
    Masa ini terjadi ketika seorang anak menirukan kata yang di ucapkan oleh anggota keluarganya.
b. Masa kedua (Umur 1,6-2)
    Pada masa ini dengan kemampuannya berjalan anak makin banyak melihat segala sesuatu dan ingin mengetahui namanya. Rasa ingin tahu anak harus disikapi dengan arif dan bijaksana. Dengan pertanyaan-pertanyaan yang anak ajukan dan di jawab dengan benar maka makin banyaklah anak mengenal benda-benda dengan nama yang sebenarnya.
c. Masa ketiga (Umur 2-2.6 tahun)
    Pada masa ini anak telah mulai tampak makin sempurna dalam menyusun kata-kata.
d. Masa keempat (2,6 tahun sampai seterusnya)
    Pada masa ini keinginan anak untuk mengetahui segala sesuatu semakin bertambah. Kreatifitas anak dalam bertanya tidak boleh disikapi dengan sinis, orang tua yang baik harus menyikapi kreatifitas ini dengan arif dan bijaksana. Sebab hanya dengan sikap yang arif dan bijaksana itulah yang dapat melahirkan sikap dan perilaku untuk selalu menghargai kreatifitas bertanya anak.
    Sehingga dengan cara yang demikian anak akan makin cakap menggunakan bahasanya, makin banyak pengetahuannya, makin maju berfikirnya, sehingga perkembangannya tidak mengalami hambatan.
9.  Karakteristik Perkembangan Bahasa Remaja
a. Bahasa remaja adalah bahasa yang telah berkembang. Anak remaja telah banyak
belajar bahasa dari lingkungan. Lingkungan remaja mencakup lingkungan keluarga, masyarakat, dan khususnya pergaulan teman sebaya dan lingkungan sekolah.
b. Proses pembentukan kepribadian yang dihasilkan dari pergaulan akan memberi ciri
khusus dalam perilaku berbahasa. Proses pendidikan bukan hanya memperluas dan memperdalam ilmu pengetahuan, tetapi juga secara berencana merekayasa perkembangan sistem budaya termasuk perilaku berbahasa. Pengaruh ligkungan yang berbeda antara keluarga, masyarakat, dan sekolah dalam perkembangan bahasa, akan menyebabakan perbedaan anatara anak yang satu dengan yang lain.
10. Upaya Pengembangan Kemampuan Bahasa Remaja dan Implikasinya dalam
Penyelenggaraan Pendidikan
a. Anak perlu melakukan pengulangan pelajaran yang telah diberikan dengan kata dan
bahasa yang disusun oleh murid-murid sendiri
b. Berdasar hasil identifikasi itu guru melakukan pengembangan bahasa murid dengan
menambahkan perbendaharaan bahasa lingkungan yang telah dipilih secara tepat dan benar oleh guru.
      Pengembangan bahasa yang menggunakan model pengekspresian secara mandiri, baik lisan maupun tertulis, dengan mendasarkan pada bahan bacaan akan lebih mengembangkan kemampuan bahasa anak dan membentuk pola bahasa masing-masing


Reaksi:

3 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. hehe, untung aku satu kelompok sama anak rajin..

      Hapus